PERUSAHAAN ASURANSI YANG MEMANIFULASI LAPORAN KEUANGAN

Mei 2, 2012 at 8:11 pm (Uncategorized)

Kasus manipulasi laporan keuangan

Manipulasi laporan keuangan PT KAI

Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.

Skandal Enron, Worldcom dan perusahaan-perusahaan besar di AS

Worldcom terlibat rekayasa laporan keuangan milyaran dollar AS. Dalam pembukuannya Worldcom mengumumkan laba sebesar USD 3,8 milyar antara Januari 2001 dan Maret 2002. Hal itu bisa terjadi karena rekayasa akuntansi.

Penipuan ini telah menenggelamkan kepercayaan investor terhadap korporasi AS dan menyebabkan harga saham dunia menurun serentak di akhir Juni 2002. Dalam perkembangannya, Scott Sullifan (CFO) dituduh telah melakukan tindakan kriminal di bidang keuangan dengan kemungkinan hukuman 10 tahun penjara. Pada saat itu, para investor memilih untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya di bursa saham.

Kasus Product Recall

Kasus Tylenol Johnson & Johnson

Kasus penarikan Tylenol oleh Johnson & Johnson dapat dilihat sebagai bagian dari etika perusahaan yang menjunjung tinggi keselamatan konsumen di atas segalanga, termasuk keuntungan perusahaan. Johnson & Johnson segera mengambil tindakan intuk mengatasi masalahnya. Dengan bertindak cepat dan melindungi kepentingan konsumennya, berarti perusahaan telah menjaga trust- nya.

Kasus obat anti nyamuk Hit

Pada kasus Hit, meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran.

Kasus Baterai laptop Dell

Dell akhirnya memutuskan untuk menarik dan mengganti baterai laptop yang bermasalah dengan biaya USD 4,1 juta. Adanya video clip yang menggambarkan bagaimana sebuah note book Dell meledak yang telah beredar di internet membuat perusahaan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut.

Dari ketiga kasus di atas, Hit merupakan contoh yang kurang baik dalam menangani masalahnya. Paradigma yang benar yaitu seharusnya perusahaan memperhatikan adanya hubungan sinergi antara etika dan laba. Di era kompetisi yang ketat ini, reputasi baik merupakan sebuah competitive advantage yang harus dipertahankan. Dalam jangka panjang, apabila perusahaan meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan maka akan berbuah keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.

Dugaan penggelapan pajak

IM3 diduga melakukan penggelapan pajak

dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali. Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.

750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi.

Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut.

Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi, hukum, dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang.

Etika terhadap komunitas masyarakat
Tindakan Kejahatan Korporasi PT. Lapindo Brantas (Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Sidoarjo, Jawa Timur)

Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah, membumbung tinggi sekitar 10 meter.

Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. tak kurang 10 pabrik harus tutup, 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng, belum lagi jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas.

Perusahaan terkesan lebih mengutamakan penyelamatan asset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan social yang ditimbulkan. Namun Lapindo Brantas akhirnya sepakat untuk membayarkan tuntutan ganti rugi kepada warga korban banjir Lumpur Porong, Sidoarjo. Lapindo akan membayar Rp2,5 juta per meter persegi untuk tanah pekarangan beserta bangunan rumah, dan Rp120.000 per meter persegi untuk sawah yang terendam lumpur.

Etika terhadap buruh dan pekerja

BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global

Merjer bisnis telepon genggam perusahaan BenQ dan Siemens menjadi BenQ-Mobile awalnya bagai angin harapan, terutama bagi para pekerja pabrik di Jerman. Namun karena penjualan tidak menunjang dan banyak produk yang dipulangkan oleh pembelinya karena bermasalah, akibatnya dua pabrik BenQ, di Meksiko dan Taiwan, terpaksa ditutup. Karena itu BenQ melakukan restrukturisasi dan mem-PHK sejumlah pekerja.Hal ini sangat merugikan pihak buruh dan karyawan. Para pekerja merasa hanya dijadikan bahan mainan perusahaan yang tidak serius.

Kesimpulan:

Dari pembahasan di atas kita tahu bahwa petilaku etis dan kepercayaan (trust) dapat mempengaruhi operasi perusahaan. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu:

Berkaca dari beberapa contoh kasus di atas, kita dapat melihat etika dan bisnis sebagai dua hal yang berbeda. Memang, beretika dalam berbisnis tidak akan memberikan keuntungan dengan segera, karena itu para pelaku bisnis harus belajar untuk melihat prospek jangka panjang.

Keunci utama kesuksesan bisnis adalah reputasinya sebagai pengusaha yang memegang teguh integritas dan kepercayaan pihak lain.

Kemajuan teknologi informasi khususnya internet telah menambah kompleksitas kegiatan “public relation” dan “crisis management” perusahaan.

Product recall dapat dilihat sebagai bagian dari etika perusahaan yang menjunjung tinggi keselamatan konsumen. Dalam jangka panjang, etika semacam itu justru akan menguntungkan perusahaan.

Perilaku tidak etis khususnya yang berkaitan dengan skandal keuangan berimbas pada menurunnya aktivitas dan kepercayaan investor terhadap bursa saham dunia yang mengakibatkan jatuhnya harga-harga saham.

Sanksi hukuman di Indonesia masih lemah jika dibandingkan dengan sanksi hukuman di AS. Di Amerika, pelaku tindakan criminal di bidang keuangan dikenai sanksi hukuman 10 tahun penjara sedangkan di Indonesia hanya diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek Para pelaku bisnis dan profesi akuntansi harus mempertimbangkan standar etika demi kebaikan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Saran:

Para pelaku bisnis dan profesi akuntansi harus mempertimbangkan standar etika demi kebaikan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Fenomena IFRS di Indonesia

Maret 28, 2012 at 11:39 am (Uncategorized)

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar akuntansi ini disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).
Natawidnyana (2008) menyatakan bahwa sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standard (IAS). Kemudian IASB mengadopsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.

Tujuh Manfaat Penerapan IFRS

Ketua Tim Implementasi IFRS-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Dudi M Kurniawan mengatakan, dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus.

  1. Pertama, meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK).
  2. Kedua, mengurangi biaya SAK.
  3. Ketiga, meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan.
  4. Keempat, meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan.
  5. Kelima, meningkatkan transparansi keuangan.
  6. Keenam, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal.
  7. Ketujuh, meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
KENDALA KONVERGENSI PSAK KE DALAM IFRS
  • Dewan standar kauntansi yang kurang sumberdaya
  • IFRS berganti terlalu cepat sehingga ketika masih dalam proses adopsi satu standar IFRS dilakukan, pihak IASB sudah dalam proses mengganti IFRS tersebut
  • Kendala bahasa, karena stiap standar IFRS harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan seringkali ini tidaklah mudah
  • Infrastruktur profesi akuntansi yang belum siap
  • Kesiapan perguruan tinggi dan akuntan pendidik untuk berganti acuan ke IFRS
  • Support pemerintah terhadap issue konvergensi
MANFAAT KONVERGENSI IFRS
  • Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional
  • Meningkatkan arus investasi dlobal melalui transparansi
  • Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global
  • Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
  • Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management

Konvergensi IFRS di Indonesia

Berikut adalah Roadmap Konvergensi IFRS di Indonesia
1.      Tahap adopsi (2008 – 2010)
·         Adopsi seluruh IFRS ke PSAK
·         Persiapan infrastruktur yang diperlukan
·         Evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku
2.      Tahap persiapan akhir (2011)
·         Penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan
·         Penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS
3.      Tahap implementasi (2012)
·         Penerapan PSAK IFRS secara bertahap
·         Evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehemsif.
PSAK disahkan 23 Desember 2009:
  1. PSAK 1 (revisi 2009)  : Penyajian Laporan Keuangan
  2. PSAK 2 (revisi 2009)  : Laporan Arus Kas
  3. PSAK 4 (revisi 2009)  : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
  4. PSAK 5 (revisi 2009)  : Segmen Operasi
  5. PSAK 12 (revisi 2009)            : Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
  6. PSAK 15 (revisi 2009)            : Investasi Pada Entitas Asosiasi
  7. PSAK 25 (revisi 2009)            : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.
  8. PSAK 48 (revisi 2009)            : Penurunan Nilai Aset
  9. PSAK 57 (revisi 2009)            : Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
  10. PSAK 58 (revisi 2009)            : Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang dihentikan
Interpretasi disahkan 23 Desember 2009:
  1. ISAK 7 (revisi 2009)  : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus
  2. ISAK 9 (revisi 2009)  : Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas serupa
  3. ISAK 10 (revisi 2009)            : Program Loyalitas Pelanggan
  4. ISAK 11 (revisi 2009)            : Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik
  5. ISAK 12 (revisi 2009)            : Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer.
PSAK disahkan sepanjang tahun 2009 yang berlaku efektif tahun 2010:
  1. PPSAK 1: Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan, PSAK 35: Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol
  2. PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43: Akuntansi Anjak Piutang
  3. PPSAK 3: Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang bermaslah
  4. PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): Akuntansi Perbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana
  5. PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK No. 55 (1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing.
PSAK yang disahkan 19 Februari 2010:
1.      PSAK 19 (2010)         : Aset Tidak Berwujud
2.      PSAK 14 (2010)         : Biaya Situs Web
3.      PSAK 23 (2010)         : Pendapatan
4.      PSAK 7 (2010)           : Pengungkapan Pihak-pihak Yang Berelasi
5.      PSAK 22 (2010)         : Kombinasi Bisnis (disahkan pada 3 MAret 2010)
6.      PSAK 10 (2010)         : Transaksi Mata UAng Asing (disahkan pada 23 Maret 2010)
7.      ISAK 13 (2010)           : Lindung NIlai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha
Exposure Draft Public Hearing 27 April 2010
1.      ED PSAK 24 (2010)   : Imbalan Kerja
2.      ED PSAK 18 (2010)   : Program Manfaat Purnakarya
3.      ED PSAK 16              : Perjanjian Konsesi Jasa (IFRIC 12)
4.      ED ISAK 15               : Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya
5.      ED PSAK 3                : Laporan Keuangan Interim
6.      ED ISAK 17               : Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
Exposure Draft Public Hearing 14 Juli 2010
  1. ED PSAK 60              : Instrumen Keuangan: Pengungkapan
  2. ED PSAK 50 (R 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian
  3. ED PSAK 8 (R 2010)  : Peristiwa Setelah Tanggal Neraca
  4. ED PSAK 53 (R 2010): Pembayaran Berbasis Saham
Exposure Draft Public Hearing 30 Agustus 2010
  1. ED PSAK 46 (R 2010) : Pajak Pendapatan
  2. ED PSAK 61              : Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
  3. ED PSAK 63              : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperniflasi
  4. ED ISAK 18               : Bantuan Pemerintah-Tidak Ada Relasi Spesidik dengan Aktivitas Operasi
  5. ED ISAK 20               : Pajak Penghasilan-Perubahan dalam Situs Pajak Ensitas atau Para Pemegang Sahamnya

Tahun 2011 disebutkan sebagai tahap persiapan konvergensi IFRS di Indonesia. Persiapan akhir ini terdiri dari penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan dan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS.

Diharapkan di tahun 2012 IFRS sudah dapat diterapkan secara keseluruhan di Indonesia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Etika Profesi 3

Januari 4, 2012 at 5:33 am (Uncategorized)

1. Mengapa suatu profesi memerlukan Etika?
Karena setiap profesi selalu berkaitan dengan penyediaan jasa antara satu dan yang lainnya dan juga kepada masyarakat, jadi etika dalam sebuah profesi menjadi tuntunan seseorang dalam menjalankan profesinya. Bayangkan saja bila profesi tidak mempunyai etika, profesi dijalankan semaunya tanpa ada tanggung jawab yang cenderung main-main pada profesi yang dijalankan. Maka dari itu dalam suatu profesi diperlukan adanya suatu standar mutu tinggi (etka) sehingga dalam pelaksanaan kegiatan dapat terjadi adanya profesionalitas dan tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang tidak diharapkan.

2. Apa yang anda ketahui tentang IAI ? Jelaskan secara singkat dan padat !
Ikatan Akuntan Indonesia (Indonesian Institute of Accountants) merupakan organisasi profesi akuntan di Indonesia. Perkumpulan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) berdiri pada 23 Desember 1957.
Susunan pengurus pertama terdiri dari:
• Ketua: Prof. Dr. Soemardjo Tjitrosidojo
• Panitera: Drs. Mr. Go Tie Siem
• Bendahara: Drs. Sie Bing Tat (Basuki Siddharta)
• Komisaris: Dr. Tan Tong Djoe
• Komisaris: Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan)

Keenam akuntan lainnya sebagai pendiri IAI adalah :
1) Prof. Dr. Abutari
2) Tio Po Tjiang
3) Tan Eng Oen
4) Tang Siu Tjhan
5) Liem Kwie Liang
6) The Tik Him
Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Februari 1959. Namun demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah: 1. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan. 2. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.
Sejak pendiriannya 49 tahun lalu, kini IAI telah mengalami perkembangan yang sangat luas. Hal ini merupakan perkembangan yang wajar karena profesi akuntan tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha yang mengalami perkembangan pesat. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah meluasnya orientasi kegiatan profesi, tidak lagi semata-mata di bidang pendidikan akuntansi dan mutu pekerjaan akuntan, tetapi juga upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan peran dalam perumusan kebijakan publik.
Keanggotaan IAI dibagi menjadi :
• Anggota individu
Anggota individu terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan.
• Anggota asosiasi
Saat ini IAI telah memiliki satu anggota Asosiasi yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang sebelumnya tergabung dalam IAI sebagai Kompartemen Akuntan Publik.
• Anggota perusahaan
Perusahaan pengguna jasa profesi akuntan sebagai corporate member. Pada akhir tahun 2007, jumlah corporate member mencapai 72 perusahaan, baik perusahaan terbuka maupun tertutup.
• Anggota junior
IAI juga membuka keanggotaan selain para akuntan, yaitu para mahasiswa akuntansi yang tergabung dalam junior member. Keanggotan junior member sampai akhir tahun 2007 mencapai 504 mahasiswa.

Pada skala internasional, IAI aktif dalam keanggotaan International Federation of Accountants (IFAC) sejak tahun 1997. Di tingkat ASEAN IAI menjadi anggota pendiri ASEAN Federation of Accountants (AFA). Keaktifan IAI di AFA pada periode 2006-2007 semakin penting dengan terpilihnya IAI menjadi Presiden dan Sekjen AFA.
Selain kerjasama yang bersifat multilateral, kerjasama yang bersifat bilateral juga telah dijalin oleh IAI diantaranya dengan Malaysian Institute of Accountants (MIA) dan Certified Public Accountant (CPA).

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Etika Profesi 2

November 29, 2011 at 7:08 am (Uncategorized)

  1. Arti Lambang ketamakan adalah sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya dalam dunia bisnis. Sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena menurut saya yang berhasil dalam dunia bisnis adalah mereka yang dapat menunjukkan kualitas dari produk atas jasa yang mereka hasilkan.
  2. Contoh Penerapan Moral dalam dunia bisnis :

–          SPG tidak menggunakan rok yang terlalu mini dan pakaian terbuka. Menggunakan pakaian yang sepantasnya , bukan gaya barat.

–          Tidak melakukan kebohongan dalam iklan yang ditawarkan.

–          Melakukan Persaingan bisnis secara sehat.

–          Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.

–          Tidak menerima bingkisan dari pihak luar.

3.Contoh dari situasi benturan kepentingan dalam dunia bisnis yaitu :

–  Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan

Pada saat seorang karyawan suatu perusahaan yang mendapatkan tugas keluar kota dengan mengajak serta keluarganya ikut dalam perjalanan tersebut karena memiliki waktu yang cukup luang disela-sela tugas yang harus dilaksanakannya

– Segala penerimaan dari keuntungan , dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan

Menerima bingkisan dari seorang klien yang ditunjukan untuk pegawainya bukun untuk perusahaan tempat pegawai tersebut bekerja

– Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family) atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut

Seorang karyawan di suatu perusahaan memasukkan anggota keluarganya untuk dapat menempati suatu posisi di perusahaan tersebut tanpa harus melewati tahapan recruitment seperti para pencari kerja lainnya

– Segala penggunaan pribadi maupun berbagai atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarkan atas informasi rahasia tersebut

Seorang karyawan disuatu perusahaan membocorkan rahasia perusahaan kepada temannya yang berkerja disuatu perusahaan yang bergerak dibid

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

TEORI ETIKA

November 1, 2011 at 4:29 pm (Uncategorized)

1.Sebutkan 3 teori yang Anda ketahui selain teori yang sudah dijelaskan (min.3)?

Jawab :

1.Etika Hak

Teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban. Bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama. Dalam teori etika dulu diberi tekanan terbesar pada kewajiban, tapi sekarang kita mengalami keadaan sebaliknya, karena sekarang segi hak paling banyak ditonjolkan. Biarpun teori hak ini sebetulnya berakar dalam deontologi, namun sekarang ia mendapat suatu identitas tersendiri dan karena itu pantas dibahas tersendiri pula. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

Teori hak sekarang begitu populer, karena dinilai cocok dengan penghargaan terhadap individu yang memiliki harkat tersendiri. Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.

2.Etika Homosentris

Teori homosentris merupakan teori yang bertolak belakang dengan etika egosentris dalam arti jika egosentris lebih menekankan pada individu, maka etika homosentrisme lebih menitikberatkan pada masyarakat. Asumsi yang digunakan oleh etika homosentrisme adalah sifat organismekanis dari alam. Setiap bagian merupakan bagian-bagian organ dari bagian lainnya. Jika salah satu bagian hilang maka keseluruhan akan kurang bahkan tidak berguna. Antar bagian dari suatu keseluruhan memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dan bersifat saling mempengaruhi.

3.Teori Etika Deontologi

berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri.

Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik. Misalkan kita tidak boleh mencuri, berdusta untuk membantu orang lain, mencelakai orang lain melalui perbuatan ataupun ucapan, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan.

 

2. Tuliskan contoh etika umum yang berlaku di masyarakat (min.5)?

Jawab:

  1. Tidak bertamu dimalam hari.
  2. Tidak makan / minum sambil berjalan.
  3. Bertutur kata yang halus saat bicara terhadap orang yang lebih tua.
  4. Menghormati pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadahnya sesuai agama yang diajarkan.
  5. Tidak berbicara saat sedang makan.

 

3. Bagaimana pendapat Anda tentang paham hedonisme bila diterapkan di era saat ini ?

Jawab:

Menurut saya , paham hedonisme saat ini sudah menjadi gaya hidup. Karena dapat dilihat dari kehidupan dikalangan mahasiswa sendiri yang sering berfoya-foya , bersenang-senang diluar batas kewajaran. Misalnya : Dugem, Penggunaan narkoba, Minuman Keras, dll. Yang sebenarnya mereka sadar bahwa hal tersebut tidak baik. Namun terkadang, karena pergaulan orang sekitar membuat mereka terpengaruh sehingga membuat hal-hal yang awalnya dilarang menjadi wajar atau bahkan karena atas dasar kepuasan sendiri yang mereka anggap dapat membahagiakan. Dapat ditarik kesimpulan paham hedonisme “menghancurkan masa depan”.

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Complain Letter

Januari 7, 2011 at 4:46 am (Uncategorized)

Complaint letter is a sort letter which we use to help you achieve your goals from your complaint. The complaint letter should be addressed to the customer service/consumer affairs department or the head office if there is no customer service department.

example:
Fortune Goods
317 Orchard Road
Singapore
5 January 2011

Attn: Mr David Choi
Sales Manager
Everlong Batteries
171 Choi Hung Road
Hung Hom
Hong Kong

Dear Mr Choi

Re. Order No. 768197

I am writing to inform you that the goods we ordered from your company have not been supplied correctly.

On 29 December 2010 we placed an order with your firm for 12,000 ultra super long-life batteries. The consignment arrived yesterday but contained only 1,200 batteries.

This error put our firm in a difficult position, as we had to make some emergency purchases to fulfil our commitments to all our customers. This caused us considerable inconvenience.

I am writing to ask you to please make up the shortfall immediately and to ensure that such errors do not happen again. Otherwise, we may have to look elsewhere for our supplies.

I look forward to hearing from you by return.

Yours sincerely

J. Wong

J. Wong
Purchasing Officer

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Letters Of Inquiry

Oktober 31, 2010 at 5:26 pm (Uncategorized)

 

The demand for certain goods or services can briefly by telephone, telex or telegram. But for a more detailed request should be by mail. In the first inquiry letter, give a little information about your business. Write a letter with a brief and clear.

Words / terms to remember:
a catalog
a price-list
a brochure
terms of payment
terms of delivery
terms of business
a first inquiry letter

advertisement
a company
a customer
samples
in the near future

EXAMPLE :

Street Address
City, State Zip Code
Phone Number
Date
Individual’s Name
Job Title
Name of Organization
Street Address
City, State Zip Code
Dear Mr./Ms. ________________________________:
Perhaps you are seeking an addition to your marketing team. A new person can provide innovative approaches to the challenges of marketing. I am an innovator of new ideas, an excellent communicator with buyers, and have a demonstrated history of marketing success.
Presently, I am marketing computer products for a major supplier using television, radio and news advertising. I have a reputation for putting forth the effort required to make a project succeed.
Enclosed is my resume for your review and consideration. EFTG Industries has a reputation for excellence. I would like to use my talents to market your quality line of technical products. I will call you to further discuss my talents and how I can benefit your company. If you prefer, you may reach me in the evenings at (555) 555-5555.
Thank you for your time. I look forward to meeting you.
Sincerely,
(Your Signature in blue or black ink)
Your typed name
Enclosure
Source: Creative Job Search, a publication of the Minnesota Department of Employment and Economic Development

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sample for Business Letters

Oktober 15, 2010 at 3:53 pm (Uncategorized)

1. Letter of Confidentiality Agreement

CONFIDENTIALITY AGREEMENT
BETWEEN FIRMS

AGREEMENT and acknowledgement between _ (Company), and _
(Undersigned).
Whereas, the Company agrees to furnish the undersigned
certain confidential information relating to the affairs of
the Company for purposes of: (Describe)

_

,and
Whereas, the undersigned agrees to review, examine,
inspect or obtain such information only for the purposes
described above, and to otherwise hold such information
confidential pursuant to the terms of this agreement,
BE IT KNOWN, that the Company has or shall furnish to the
undersigned certain confidential information, as set forth on
attached list, and may further allow the undersigned the right
to inspect the business of the Company and/or interview
employees or representatives of the Company, all on the
following conditions:
1. The undersigned agrees to hold all confidential or
proprietary information or trade secrets
(“information”) in trust and confidence and agrees
that it shall be used only for the contemplated
purpose, shall not be used for any other purpose or
disclosed to any third party.
2. No copies will be made or retained of any written
information supplied.
3. At the conclusion of our discussions, or upon demand
by the Company, all information, including written
notes, photographs, memoranda, or notes taken by you
shall be returned to us.
4. This information shall not be disclosed to any
employee or consultant unless they agree to execute
and be bound by the terms of this agreement.
5. It is understood that the undersigned shall have no
obligation with respect to any information known by the
undersigned or generally known within the industry
prior to date of this agreement, or becomes common
knowledge within the industry thereafter.

Dated: _

______________________________

______________________________

2. Letter of Customer service Request

CUSTOMER SERVICE REQUEST

DATE______________

CUSTOMER____________________________________________________

ADDRESS_____________________________________________________

_____________________________PHONE___________________

MERCHANDISE PROBLEMS: DELIVERY PROBLEMS:

ORDER NOT FILLED BAD ADDRESS

DEFECTIVE MERCHANDISE CUSTOMER NOT IN

REPAIR PROBLEM DELAYED/LOST IN TRANSIT

WRONG MERCHANDISE SOLD DAMAGED IN TRANSIT

AMOUNT CHARGED IN ERROR MDSE. MISSING IN PACKAGE

CREDIT/REFUND NOT ISSUED OTHER___________________

OTHER___________________ ________________________

REMARKS:

DISPOSITION:

3. Letter of Contract Proposal For Service
Dear

We hereby propose to furnish all materials and perform all
labor necessary for the completion of Davit Installation
of the following specifications:

One No. 1000 lb. galvanized davit installed on seawall

Four-way lifting bridle

Three 2″x8″ wood fenders anchored to the wall with 5′
rubber bumper strip on each.

This work is to be performed on Lot_____Blk________Sub.
Div.____ for (name of owner) , Owner, in accordance
with the drawings and specifications submitted for the
above work. The total cost including state tax is (amount)

Payments to be made as follows : the sum of (amount) to
be paid upon the approval of this contract and the balance
of (amount) upon the completion of the work.

Any alteration or deviation from the above specifications
involving extra cost of material or labor will only be
executed upon written orders for same and will become an
extra charge over the sum mentioned in this contract.
All agreements must be made in writing.

Property lines shall be designated by substantial marks, by
owner or his certified engineer. The contractors shall not
be liable, as regards to the completion of the work, for
any delay which may be caused by reason or on account of
any strike of workmanship, any Act of God, unavoidable
accidents, inability to secure materials or to use materials
in the performance of the work by reason of laws or
regulations of the United States of America or the State of
(state) , or any other circumstance beyond their
control, other than the want of funds. No such delay shall
be deemed a default on the part of the contractors, and, in
the event of any such delay, the contractor’s time limit for
performance of the work shall be correspondingly extended.
Workmen’s Compensation and Public Liability Insurance on the
above work shall be provided by the Contractor.

This Contract shall be deemed null and void if not signed
within thirty days.
Respectfully submitted,
ACCEPTED;
By____________________________
______________________________
OWNER
Date__________________________

4. Letter of goods contract

CONTRACT

THIS AGREEMENT, made and entered into this ___ day of
_________, l98_, by and between ___________________, the
Seller, and ___________________, the Buyer:

1. The seller hereby undertakes to transfer and deliver
to the buyer on or before __________, l98_, the following
described goods:

2. The buyer hereby undertakes to accept the goods and
pay for them in accordance with the terms of the contract.
3. It is agreed that identification shall not be deemed
to have been made until both the buyer and the seller have
agreed that the goods in question are to be appropriated to
the performance of the contract with the buyer.
4. The buyer shall make payment for the goods at the
time when and at the place where the goods are received by
him.
5. Goods shall be deemed received by the buyer when
received by him at .
6. The risk of loss from any casualty to the goods
regardless of the cause thereof shall be on the seller until
the goods have been accepted by the buyer.
7. The seller warrants that the goods are now free and
at the time of delivery shall be free from any security
interest or other lien or encumbrance.
8. The seller further warrants that at the time of
signing this contract he neither knows nor has reason to
know of the existence of any outstanding title or claim of
title hostile to his rights in the goods.
9. The buyer shall have the right to examine the goods
on arrival, and within business days after such delivery
he must give notice to the seller of any claim for damages
on account of the condition, quality, or grade of the
property, and must specify the basis of his claim in detail.
The failure of the buyer to comply with these rules shall
constitute irrevocable acceptance of the goods.
10. Executed in duplicate, one copy of which was
delivered to and retained by the buyer, the day and year
first above written.
/S/……………………..
/S/……………………..

5. Letter of Aplication For License
APPLICATION FOR LICENSE

I, (name of applicant), do hereby apply for a license to
display the trademark of (association), “(trademark) ”
at my place of business located at (address) , in
the City of , State of .

That this application is in accordance with the
regulations of the (trade association).

I am cognizant of the regulations of (trade association)
that govern the display of said trademark and the manner
of conducting business, and I agree to abide by such
regulations at all times.

Dated:_______________ ______________________________
(Signature)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

DAFTAR PUSTAKA

Juni 16, 2010 at 9:56 am (Uncategorized)

Daftar pustaka (bibliografi) merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Penulisan pustaka:
a. Pustaka dalam bentuk Buku dan Buku Terjemahan :
– Buku :
Penulis, tahun, judul buku (harus ditulis miring) volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit .

– Buku Terjemahan :
Penulis asli, tahun buku terjemahan, judul buku terjemahan (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), (diterjemahkan oleh : nama penerjemah), nama penerbit terjemahan dan kota penerbit terjemahan.

– Artikel dalam Buku :
Penulis artikel, tahun, judul artikel (harus ditulis miring), nama editor, judul buku (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit.

b. Pustaka dalam bentuk artikel dalam majalah ilmiah :
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.

c. Pustaka dalam bentuk artikel dalam seminar ilmiah :
– Artikel dalam prosiding seminar:
Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring), kota seminar.

– Artikel lepas tidak dimuat dalam prosiding seminar:
Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring), kota seminar, dan tanggal seminar.

d. Pustaka dalam bentuk Skripsi/tesis/disertasi :
Penulis, tahun, judul skripsi, Skripsi/tesis/Disertasi (harus ditulis miring), nama fakultas/ program pasca sarjana, universitas, dan kota.

e. Pustaka dalam bentuk Laporan penelitian :
Peneliti, tahun, judul laporan penelitian, nama laporan penelitian (harus ditulis miring), nama proyek penelitian, nama institusi, dan kota.

f. Pustaka dalam bentuk artikel dalam surat kabar :
Penulis, tahun, judul artikel, nama surat kabar (harus ditulis miring), nama surat kabar, tanggal terbit dan halaman.

g. Pustaka dalam bentuk Dokumen paten :
Penemu, tahun, judul paten (harus ditulis miring), paten negara, Nomor.

h. Pustaka dalam bentuk artikel dalam internet (tidak diperkenankan melakukan sitasi artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya) :

– Artikel majalah ilmiah versi cetakan :
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
– Artikel majalah ilmiah versi online
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah ((harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.
– Artikel umum
Penulis, tahun, judul artikel, alamat website (harus ditulis miring), diakses tanggal

Contoh Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Bowers, JR. N. L., Gerber, H.U., Hickman, J.C., Jones, D.A., and Nesbitt, C.J., 1997, Actuarial
Mathematics, The Society of Actuaries, Illinois.
Brauer, F. and Castillo-Chavez, C., 2001, Mathematical Models in Population Biology and
Epidemiology, Springer-Verlag, Inc., New York, New York.
Cheney, W., 2001, Analysis for Applied Mathematics, Springer, New York.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KUTIPAN

Juni 16, 2010 at 9:51 am (Uncategorized)

Definisi Kutipan
Kutipan merupakan pendapat atau pernyataan dari seorang pengarang yang diambil dari teks acuan yang berfungsi untuk memperkuat pendapat sehingga memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kutipan dibedakan menjadi dua yakni, kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Pada bagian ini akan dibahas kutipan langsung beserta teknik penulisannya.

Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

A. Kutipan Langsung Panjang
Dinamakan kutipan langsung panjang jika kata lebih dari 40 kata atau lebih dari tiga baris ketikan.
Kaidah penulisannya:
(1)Teks diketik dalam spasi tunggal.
(2)Teks kutipan tidak dimasukkan dalam teks, tetapi ditempatkan pada tempat tersendiri.
(3)Pengetikan dibuat menjorok ke dalam dari teks dengan ketentuan dimulai pada ketukan ke-5 dari garis tepi sebelah kiri.
(4)Kutipan langsung panjang tidak diapit dengan tanda petik.
(5)Sumber kutipan berupa nama pengarang, tahun terbit, serta halaman dari sumber rujukan tidak dimasukkan ke dalam teks kutipan.

Contoh :
Simbol yang tergantung pada tujuan mulia ataupun sakral dari benda itu seperti yang dikemukakan oleh Ricoeur (1988:2),
It is an the work of interpretation that this philosophy discovers the multiple modalities of dependence of the self-its depence on desire glimpsed in an archaelogy of the subject, its dependence on the sacred glimpsed in its eschatology. It is by developing on archaeology, abd eschatology that reflection it self as reflection.

B. Kutipan Langsung Pendek
Dinamakan kutipan langsung pendek jika kutipan tersebut kurang dari 40 kata kurang dari 3 baris. Kutipan ini dapat ditulis integral dalam teks.
Kaidah penulisannya:
(1)Ditulis dalam teks dengan mengikuti jarak spasi teks yang diikuti.
(2)Diapit dengan tanda petik.
(3)Sumber kutipan dapat diletakkan di awal atau dibelakang. Jika peletakan sumber kutipan di awal, maka nama sumber ditulis di luar tanda kurung, sedangkan tahun tebit dan nomor halaman ditulis dalam kurung.

Contoh:
Penganalisisan data ditujukan untuk mengupayakan pemahaman pembaca terhadap hakikat penelitian yang dilakukan. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Bodgan & Biklen (1982:145) yang berbunyi, “Analisis data adalah sebuah proses sistematis dalam mencari dan menata transkripsi wawancara, catatan-catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya yang berhasil dikumpulkan demi meningkatkan pemahaman Anda dan memudahkan Anda untuk mengkomunikasikan temuan penelitian Anda kepada pihak lain”.

Cara Mengutip

a. Kutipan langsung
1) yang tidak lebih dari empat baris:
• Disatukan dengan teks
• Ditulis dalam tanda kutip ( “…….” )
• Jarak antar kutipan 2 spasi
• Pada akhir kutipan dituliskan databuku yang diletakkan dalam kurung atau dengan menuliskan nomor rujukan catatan kaki.

2) yang lebih dari empat baris:
• Tidak disatukan dengan teks,tetapi dipisah dengan jarak 2,5 spasi
• Ditulis dengan spasi rapat ( satu spasi )
• Ditulis dengan menjorok ke kanan 5 karakter,danjika alinea baru berarti menjorok ke kanan 10 karakter
• Pada akhir kutipan diberi nomor penunjuk ( untuk diberi penjelasan pada catatan kaki tau diberi catatan langsung ( catatan perut )

b. Kutipan tak langsung
1) kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

c. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

d. Kutipan atas ucapan lisan
Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

e. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan. Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara:
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

f. Kutipan langsung pada materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara. Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.